Masamba — Hujan deras yang mengguyur wilayah Masamba, Kabupaten Luwu Utara, sejak Selasa malam menyebabkan Sungai Masamba meluap dan merendam puluhan rumah warga.
Air mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 03.00 WITA. Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena khawatir debit air semakin tinggi. Hingga pagi hari, ketinggian air dilaporkan mencapai 50–80 cm di beberapa titik.
Menurut warga, banjir seperti ini kerap terjadi saat musim hujan. Mereka menilai pemerintah belum melakukan tindakan nyata untuk memperbaiki tanggul dan memperluas saluran drainase di sekitar sungai.
Seorang warga Kelurahan Bone Tua mengatakan bahwa banjir semakin sering terjadi dalam tiga tahun terakhir. Ia juga meminta pemerintah untuk segera membangun tanggul permanen agar masyarakat tidak terus-menerus dihantui banjir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara menyebutkan bahwa tim telah dikerahkan sejak dini hari untuk membantu evakuasi. Mereka saat ini masih memantau perkembangan debit air dan mendata kerugian warga.
Pakar lingkungan dari Universitas Negeri Makassar menyebutkan bahwa deforestasi di hulu Sungai Rongkong ikut memperparah kondisi banjir di Masamba. Ia menekankan perlunya pengelolaan ruang dan reboisasi sebagai solusi jangka panjang.
Baca juga:
Profil Provinsi Sulawesi Selatan
Warga berharap pemerintah kabupaten segera mengambil langkah tegas dan bekerja sama dengan pihak provinsi untuk mencegah banjir susulan yang berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Laporan dari: NEWS MASAMBA
Kategori:
Luwu Utara,
Masamba,
Sulawesi Selatan,
Bencana Alam,
Berita Daerah


